Home » » Selain Perawat, Ini Profesi yang Tidak Boleh Dibunuh Saat Perang

Selain Perawat, Ini Profesi yang Tidak Boleh Dibunuh Saat Perang


Belum lama ini dunia digemparkan oleh peristiwa konflik kemanusiaan di Palestina. Seorang tenaga medis berseragam yang bernama Razzan al-Najjar meninggal karena ditembak oleh tentara Israel saat menjalankan tugasnya sebagai perawat di Gaza. Hal tersebut sontak memicu reaksi dari dunia, dan Israel dituduh melakukan kejahatan perang.

Mengacu pada Konvensi Jenewa 1949, meskipun di tengah bekecamuknya situasi perang tenaga medis yang menjalankan tugas tidak boleh dilukai, terlebih dibunuh. Tim medis yang dimaksud adalah dokter, juru rawat, perawat dan pembawa usungan yang tengah berada dalam konflik harus dilindungi hak dan profesinya dalam situasi segenting apapun.

Bahkan profesi pendukung medis seperti administrator, juru masak dan pengemudi juga mendapat privilege dalam kondisi perang. Petikan pasal 11, Pasal 24-27, Pasal 36 dan Pasal 37 Konvensi Jenewa yang mengatur tentang perlindungan terhadap tenaga medis di medan perang mencakup,

• Seseorang yang ditugaskan, baik permanen maupun sementara, semata-mata untuk pekerjaan medis (mencari, mengumpulkan, mengangkut, membuat diagnosa dan merawat orang yang cedera, sakit, korban kapal karam dan untuk mencegah penyakit). Mereka itu adalah dokter, perawat, jururawat, pembawa usungan.

• Seseorang yang ditugaskan, baik permanen maupun sementara, semata-mata untuk mengelola atau menyelenggarakan kesatuan medis atau pengangkutan medis. Mereka itu adalah administrator, pengemudi, juru masak dan lain-lain.

Namun, selain tenaga medis, terdapat beberap profesi yang juga dilindungi tugas dan perannya dalam kondisi perang. Yuk cek profesinya apa saja,

Wartawan

Setiap wartawan yang sedang menjalankan tugas dokumentasi atau liputan di medan perang harus dijaga dan dihormati perannya oleh masing-masing pihak berseteru. Jangankan dibunuh, menyandera wartawan saja haram hukumnya bagi pihak yang bertikai. Hal tersebut termaktub dalam Konvensi Jenewa 1949 yang salah satunya berisi bahwa wartawan, jurnalis dan reporter mendapat perlindungan hukum.

Namun sayangnya, banyak negara yang tengah dalam kondisi konflik belum dapat mematuhi kesepakatan internasional tersebut. Bahkan jika mengacu pada data Reporters Without Borders, pada tahun lalu terdapat 54 jurnalis yang disandera di beberapa negara, 2 hilang di negaranya sendiri dan 65 jurnalis tewas pada saat melakukan tugas.


Warga Sipil

Dalam kondisi perang memang apapun bisa terjadi. Tetapi dalam kesepakatan internasional yang terangkum dalam Hukum Humaniter Pasal 27 Konvensi IV 1949 disebutkan bahwa warga sipil yang tidak bersalah harus dilindungi oleh kedua belah pihak yang bersitegang.

Hal itu disandarkan bahwa warga sipil merupakan pihak lemah yang menderita akibat peperangan yang terjadi di wilayahnya. Namun acap kali yang terjadi adalah warga sipil justru menjadi bulan-bulanan mlilter musuh negaranya, bahkan tidak sedikit warga sipil yang dibunuh dan disiksa oleh negara yang sedang bertikai.

Tentara Yang Menyerah Atau Terluka

Didalam peperangan, tentara yang terluka dan sudah meletakkan senjata tanda menyerah tidak boleh dibunuh oleh pihak lawan. Dalam Hukum Humaniter Internasional disebutkan. bahwa kombatan musuh yang terluka dan tertangkap harus diperlakukan secara manusiawi, dan pengampunan harus diberikan.

Bahkan bagi mereka yang melanggar dapat dianggap melakukan kejahatan perang dan dapat dituntut untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya kelak melalui pengadilan Internasional.

Orang Yang Bertanggung Jawab Atas Kesejahteraan Angkatan Bersenjata

Perlindungan di dalam zona perang juga diberikan bagi mereka yang tidak menyandang status sebagai tentara namun ikut bertanggung jawab terhadap kesejahteraan angkatan bersenjata. Mereka yang bekerja di dapur umum ataupun mereka yang bertanggung jawab atas ketersediaan logistik angkatan bersenjata juga wajib dilindungi dalam menjalankan perannya



Sumber :

https://www.cekaja.com/info/selain-perawat-ini-profesi-yang-tidak-boleh-dibunuh-saat-perang/?utm_source=facebook&utm_medium=social&utm_campaign=blog20180605

Thanks for reading Selain Perawat, Ini Profesi yang Tidak Boleh Dibunuh Saat Perang

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 komentar:

Post a Comment