Home » » Modul Membuat Storyboard Aplikasi Multimedia

Modul Membuat Storyboard Aplikasi Multimedia


BAB 1

 MENENTUKAN SYARAT-SYARAT STORYBOARD

 A. MENGIDENTIFIKASI SYARAT-SYARAT STORYBOARD

 B. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN ALAT MULTIMEDIA.

  ULANGAN HARIAN

BAB 2

  MERENCANAKAN ALUR ISI STORYBOARD

  A. MENENTUKAN KEGIATAN DALAM PRAPRODUKSI

  B. MENENTUKAN KONSEP ATAU TEMA

  C. MERENCANAKAN ALUR ISI STORYBOARD.

  ULANGAN HARIAN

 

BAB 3

  MENDESKRIPSIKAN PROSES PELAKSANAAN DALAM STORYBOARD

  A. MENGATUR PERGERAKAN KAMERA DAN EFEK VISUAL DASAR

  B. MEMBUAT STORYBOARD FINAL COMPANY PROFILE DOKUMENTER IKLAN

 
========================================================================

BAB 1MENENTUKAN SYARAT-SYARAT STORYBOARD

A. MENGIDENTIFIKASI SYARAT-SYARAT STORYBOARD

1. Pengertian storyboard

 storyboard secara sederhana bisa diartikan sebagai uraian yang berisi penjelasan visual dan audio dari masing-masing alur dalam flowchart yang dirinci untuk setiap frame/slide. Pada umumnya storyboard berupa tabel (baris-kolom), setiap kolom di dalamnya mewakili satu tampilan di layar monitor. Dengan demikian biasanya lembaran storyboard cukup banyak.

 storyboard merupakan konsep komunikasi dan ungkapan kreatif, teknik dan media untuk menyampaikan pesan dan gagasan secara visual, termasuk audio dengan mengolah elemen desain grafis berupa bentuk dan gambar, huruf dan warna, serta tata letaknya, sehingga pesan dan gagasan dapat di terima oleh sasarannya. Sekumpulan sketsa yang menunjukkan bagaimana rangkaian kejadian terjadi,  mirip dengan panel kartun,  karena memiliki gambar dan panel yang menjelaskan scene dan beberapa kemungkinan dialog. Pada game, storyboard menjelaskan bagaimana gerakan berjalan.  Gambar yang terorganisir dan ditampilkan secara berurutan sebagai konsep awal dari sebuah pertunjukkan.

 storyboard juga tidak terbatas hanya pada pembuatan iklan saja karena produksi game,  cd multimedia dan electric learning menggunakan storyboard.

 storyboard adalah jalan lain untuk menjelajahi kemungkinan narasi atau untuk melatih sebuah penampilan.  Para orangtua mengatakan bahwa "sebuah gambar dapat menerangkan ribuan kata" sangat cocok untuk storyboard.  Pada umumnya, pada sebuah film, buku komik dan animasi, sebuah script dikembangkan sebelum storyboard dibuat.  Penerangan cerita tidak selalu memerlukan script yang selesai untuk mengambil keuntungan dalam proses storyboard.  Namun kita harus memiliki cerita dan cerita tersebut memiliki konsep yang kuat.

 storyboard yang baik dapat membantu kita memahami sebuah cerita yang tidak bisa atau memfasilitasi perkembangan cerita aslinya.  Cukup gambar satu seri kotak pada sebuah kertas tulis horizontal.  Beri sedikit ruang di bawah setiap kotak untuk kata-kata.  Kita dapat membuatnya langsung dengan bolpoin atau bisa juga menggunakan komputer.  Setelah tidak memiliki contoh desainnya,  cetak atau perbanyak beberapa lembar untuk digunakan.

 sekarang tidak bisa mulai membuat ip game dengan storyboard.

  karena storyboard merupakan naskah yang dituangkan dalam bentuk gambar atau sketsa yang berguna untuk lebih memudahkan kameramen dalam pengambilan gambar.  Ini salah satu contohnya storyboard dalam pembuatan video klip.

 storyboard adalah salah satu komponen yang wajib dalam tahap produksi media audio visual termasuk film.  Indonesia storyboard lebih banyak digunakan dalam produksi iklan tv atau video klip musik.  Iklan tv dan video klip musik memang memiliki tingkat battle gambar yang tinggi dan dinamika kamera yang kompleks.  Sedangkan untuk film layar lebar menggunakan storyboard masih bergantung pada genre atau jenis filmnya.

 pembuat storyboard dikenal dengan istilah storyboard artist.  Storyboard artist bertugas membuat story board dari skenario yang digunakan sebagai panduan visual dari cerita.  Antara skenario dan storyboard saling mendukung,  skenario berisi panduan cerita dalam bentuk tulisan sedangkan storyboard sebagai panduan visualnya.  Bila mengacu pada tahapan produksi film yang benar,  perang storyboard ternyata memegang peran yang penting,  terutama dalam mendukung proses pra produksi.  Selama proses pra produksi,  perencanaan atau keinginan sutradara yang berhubungan dengan visualisasi film yang akan dibuat membutuhkan storyboard sebagai media bantunya.  Surah sutradara membutuhkan peran storyboard artist untuk menerjemahkan secara detail, shot per shot  dari setiap bagian cerita yang terdapat dalam skenario.

Tujuan penggunaan storyboard adalah sebagai berikut :

           a.  Membantu memikirkan detail diam dan alam keseluruhan dari game. (versi games)

           b.  Menggabungkan konsep menjadi dokumen desain ( semacam movie script)

           c.  Sebagai acuan kameramen dalam mengambil gambar secara tepat ( versi film)

           d.  Sebagai acuan sutradara dalam mengarahkan crew untuk mengambil gambar yang tepat, waktu yang tepat dan tempat yang tepat.

          fungsi storyboard adalah sebagai berikut :

          a.  Merencanakan sequance sinematik.

          b.  Membangun animasi.

          c.  Menunjukkan aksi aksi komplek.

          d.  Menunjukkan aksi aksi player.

beberapa hal yang harus diperhatikan pada pemenuhan syarat storyboard adalah sebagai berikut :

 a.  Prinsip penulisan story board

pesan visual harus kreatif ( asli, luwes  dan lancar),  komunikatif, efisien dan efektif sekaligus, indah atau estetis.

 b.  Strategi

strategi diperlukan dalam upaya proses menyampaikan pesan secara efektif dan efisien.  Cara yang biasa dipergunakan yaitu adalah sebagai berikut ;

    1) merencanakan strategi komunikasi dan

    2)  menyusun strategi kreatif.

E.  Proses perancangan proses perancangan selalu dimulai dengan penelitian, yaitu  adalah sebagai berikut :

   1)  scanning

 data collecting atau pengumpulan data,  sebagai bahan dasar untuk dianalisis,  data berupa data tertulis atau verbal dan data gambar atau visual atau data lainnya,  seperti suara atau audio data teraba atau dalam bentuk 3 dimensi dan aroma atau rasa.

   2) formulasi

 data dasar dianalisis untuk proses pemilahan,  pengelompokan atau klasifikasi,  lalu dirumuskan. Hasil perumusan tersebut merupakan bahan penyusunan ;

        (a)  konsep umum, lebih ditekankan pada ponsel komunikasinya.

        (b)  konsep kreatif, lebih ditekankan pada  konsep kreatifnya.

    3)  implementasi adalah perwujudan visual atau visualisasi kreatif ke dalam media yang telah dipilih berdasar pada kesesuaian dengan visi dan misi, maksud dan tujuan, sasaran pesan agar efisien dan efektif komunikatif serta keindahannya.  Pada proses implementasi ini diperlukan strategi serta pemikiran proses produksi media dan penerapan pada media serta penyebarannya,  serta pemasangan di lokasi yang tepat atau strategis.

    4)  pretest

 biasanya dilakukan pretest  atau uji coba sebelum story board yang anda tulis dituangkan dalam bentuk visual dan audio.

2.  Script breakdown

 sebelum anda masuk ke prosesi shooting, anda tentunya harus merencanakan apa yang akan anda lakukan. Yang pertama yaitu adalah pembuatan script breakdown,   yaitu mengurai tiap adegan dalam skenario menjadi daftar berisi sejumlah informasi tentang segala hal yang dibutuhkan untuk keperluan syuting. Proses ini memungkinkan anda untuk mengetahui rincian kebutuhan shooting berikut biaya  yang dibutuhkan serta memungkinkan anda mengatur jadwal syuting ( shooting schedule).

 untuk membuat script breakdown membutuhkan script breakdown sheet yakni lembaran berisi informasi tentang setiap adegan yang ada dalam film anda.  Segala keperluan syuting untuk tiap adegan  diurai dalam satu lembar script breakdown sheet.  Tiap lembarnya memuat informasi sebagai berikut :

 date = di bagian ini cantumkan tanggal saat script breakdown sheet ini anda isi.

 script version date =  di sini tanggal yang anda cantumkan adalah tanggal versi skenario yang dipakai untuk menyiapkan shooting production  company =  cantumkan nama dan nomor telepon dari rumah produksi (ph)  yang memproduksi film anda

 breakdown page no =  nomor halaman dari lembar breakdown yang anda buat.  Butir ini membantu mengontrol apakah anda telah selesai mengerjakannya secara berurutan,  adegan demi adegan.  Biasanya nomor halaman ini sama dengan nomor adegan.  Kecuali bila untuk satu adegan anda membutuhkan lebih dari satu lembar breakdown.

 dan lain-lain =  production notes

 sedihnya demi 100 scene dalam skenario anda,  makanya juga akan memiliki 100 lembar script breakdown sheet.  Perpanjang sc-breakdown  untuk dibagikan ke seluruh departemen agar semua orang bisa mengerti dengan baik apa yang harus dipersiapkan dalam produksi film ini.

 di indonesia script breakdown biasa dikerjakan oleh asisten sutradara,  namun tak ada salahnya apabila anda juga membuat script breakdown versi anda dengan berdiskusi dengan sutradara sesuai dengan konsep kreatif ( directors treatment )  yang ada di kepalanya.

 denganmu buat sendiri sc-breakdown versi anda, maka anda bisa menyusun prakiraan budget yang cukup akurat untuk anda cantumkan dalam proposal. Dengan demikian waktu anda menjadi lebih leluasa untuk menggalang dana.

     

   3.  Syuting schedule

 jadwal syuting berfungsi untuk pedoman kerja semua pihak yang terlibat.  Untuk merancang jadwal syuting,  buka lagi script breakdown sheet dan lakukan pengelompokan seperti berikut ini :

       a.  Kumpulkan adegan dengan lokasi yang sama

       b.  Untuk lokasi yang sama,  bisakah dengan yang berlangsung di luar ruangan dan di dalam ruangan serta adegan yang berlangsung siang hari dan malam hari.

       c.  Dulu kan adegan siang hari dan di luar ruangan.

       d.  Jika anda ingin mengambil adegan di dalam ruangan dahulukan adegan siang hari.

       e.  Apabila ada adegan yang melibatkan banyak pemeran dan crowd.

   4. Call sheet.

 setelah shooting schedule ditetapkan, call sheet  bisa segera dibuat.  Call sheet adalah lembaran  yang membuat informasi harian tentang adegan apa saja yang akan direkam di hari tersebut. Call sheet  dibuat oleh asisten sutradara melalui diskusi dan persetujuan manager produksi.  Pastikan setiap orang menerima call sheet,  jangan sampai ada yang terlewatkan.  Hal ini penting mengingat syuting hanya dapat terlaksana dengan baik bila setiap orang tahu dan melakukan dengan baik apa yang harus dikerjakannya.

     hal-hal yang harus dicantumkan dalam call sheet, yaitu :

     1)  nama perusahaan, judul film

     2) call sheet no :

     3) nama semua kru dan pemeran

     4)  tanggal syuting

     5) cantumkan lokasi shooting

 Tugas Mandiri 1

  Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jelas dan benar!!

  1) apa tujuan membuat storyboard?

  2) apa fungsi storyboard?

  3) jelaskan kegiatan yang di ada dalam pra produksi?

  4) apa syarat-syarat storyboard?

  5) lebih dulu mana konsep dan ide? Jelaskan!

  6) apa yang dimaksud dengan scanning?

  7) apa yang dimaksud dengan pretest?

  8) apa yang dilakukan pada kegiatan implementasi?

  9) apa bedanya skenario dengan storyboard?

  10)  apa tujuan membuat story board?




 Tugas Kelompok 1

  Game 1

  rehearsal storyboard.  Dasar dari game story board ini adalah cerita yang telah dikenal sebelumnya,  misalnya cinderella,  gadis berkerudung merah,  dan lain-lain.  Bagi cerita menjadi beberapa bagian yang mudah diceritakan.  Batasi kata-kata pada setiap panjang sampai tidak lebih dari 2 atau 3 garis aja.  Clip, cut, paste, trace, copy gambar. Bentangkan story board kita pada sebuah papan poster dan tempel dengan selotip.

   Game 2

    storybuilding storyboard. Gunakan type storyboarding untuk membuat cerita baru.  Kliping adalah proses paling penting pada game.  Kita harus meng-clip gambar yang menarik untuk kita.  Kita akan menemukan sebuah pola yang perlahan-lahan muncul. Kelompokkan gambar itu ke dalam kategori atau subjek yang sama.  Terdapat banyak kata-kata yang pintar di dalam sebuah majalah.  Gunakan kata "bagaimana jika..." dan bermainlah dengan kliping tersebut.  Setelah kita mendapatkan konsep cerita kita,  kita dapat mengklip,  mengcopy,  dan mem paste gambar-gambar kita ke dalam lembar cerita dan menempel mereka di papan.  Kita telah menyelesaikan satu set story board yang kita dapat digunakan untuk mengembangkan ide cerita baru untuk ditulis dan dilanjutkan.

    Game 3

     photo storyboard.  Gunakan storyboard ini untuk membantu menghubungkan cerita personal atau keluarga.  Kita memerlukan foto keluarga hitam putih yang bersih atau foto perjalanan sebelum memulai storyboard ini.  Pertimbangkan tambahan salinan atau potongan dari majalah atau brosur perjalanan.  Membuat salinan foto keluarga dari peristiwa yang mirip,  atau cukup potong sesuai dari majalah yang  sesuai dengan narasi kita.



B.  MENGIDENTIFIKASI KEBUTUHAN ALAT MULTIMEDIA

      Unsur terpenting dan paling mendasar dalam sebuah karya film adalah unsur audio visual.  Keduanya tak dapat dipisahkan satu sama lain.  Secara khusus  mengenai unsur visual sebuah film atau tayangan kualitasnya sangat ditentukan oleh alat yang digunakan untuk merekam nya.  Yang kita bicarakan disini tidak lain tentunya adalah kamera video.  Sebuah produksi audio visual sangat ditentukan oleh apa yang bisa dilihat dan apa yang bisa dilihat oleh kamera.  Sebelum kita mulai berproduksi,  terlebih dahulu kita akan mempelajari kamera video.  Jenis-jenis kamera video dan media penyimpanan gambarnya.

Berdasarkan media penyimpanannya :

1. VHS

 format VHS  memiliki fasilitas (LP)  yang memungkinkan rekaman dengan durasi lebih panjang.  caranya itu dengan sedikit melambatkan putaran kaset yang standarnya adalah 3335 cm per detik untuk standar NTSC dan 2339 cm detik untuk standar PAL.  format video keluaran JVC pada tahun 1976 ini merupakan kehendak dari vertical helical sistem yang merujuk pada teknologi perekaman.  namun pada perkembangannya lebih dikenal sebagai singkatan dari video home system.

2. VHS-C

 jika kaset video VHS  berukuran besar,  maka format video ini adalah format video vhs yang menggunakan kaset berukuran kecil sehingga dapat digunakan untuk merekam pada kamera video berukuran kecil.

3. S-VHS

 format ini dibuat untuk menjembatani antara kalangan consumer dengan kalangan profesional.  format S-VHS  menggunakan resolusi gambar 400 Line per inch serta menerapkan teknologi pemisahan antara chrominance atau warna dan ada atau gelap terang atau luminance  Saat transfer,  display atau penyuntingan menggunakan kabel S-Video.

4. S-VHS-C

 format video ini merupakan bentuk kompak atau ringkas dari kaset video format s-vhs.  resolusinya tetap  400 Line per inch.  layaknya kaset VHS-C  yang dapat dimainkan pada player(VCR)  VHS  dengan bantuan rangka converter atau adaptor kaset S-VHS-C  juga dapat diputar pada player S-VHS.

5. BETACAM

 format ini dikeluarkan oleh Sony pada tahun 1982,  dikhususkan Bagi kalangan profesional maka masuk akal jika format ini menitikberatkan pada aspek kualitas gambar daripada durasi.

6. BETACAM SP (SPECIAL PERFORMANCE)

 generasi penerus format betacam  format ini tingkatkan resolusi gambarnya ke bilangan 360 Line per inch dari pitanya menggunakan campuran metal,  menggantikan bahan oksida.  banyak digunakan pada kegiatan liputan berita dan media penyuntikan Master rekaman.

7.  laser disk

 format video ini direkam di dalam keping CD berukuran 30 cm di kedua sisinya.  jika VCD dan DVD menyimpan data digital, makan laser disk masih menggunakan sinyal analog.

           masih ada yang lain yakni:

           a.  D-VHS

           b.  Betacam SX

           c.  digital betacam

           d.  DV video

           e.  DVcam

           f.  DVCPRO

           g.  DLL.

          

8. HI 8

 format video inilah yang populer di Indonesia. memiliki resolusi gambar lebih tinggi yaitu 400 Line per inch.

 ternak populer di kalangan videografer amatir dan broadcast (tv)  karena memiliki resolusi gambar yang lebih tinggi,  yaitu 400 Line per inci.

9.  video 8

 angka 8 pada format ini menunjukkan ukuran pita kaset,  yaitu 8 MM.  resolusi horizontal dari gambar yang dihasilkan adalah 240 Line per inchi (250 lpi). format ini dirilis oleh Sony Corporation pada pertengahan Dekade 80-an.  ukuran kasetnya jauh lebih kecil dibandingkan dengan format vhs yang saat itu sedang populer.

 namun kaset format video 8 dapat masuk ke kamera video amatir atau handycam Sehingga dalam waktu singkat kehadirannya disambut baik oleh pasar.

10. Mini DV

 menggunakan sistem kompresi yang sama dengan format DV.  ukuran kaset dan pitanya lebih kecil dibandingkan dengan kaset DV  tetapi dapat menyimpan berbagai format data digital.  daya muat rekaman data pada Kaset Mini DV adalah sekitar 13 GB.

 1/6"  advanced HAD CCD  image with  340K  effective pixels,  20 kali optical zoom lens with 80X  digital Zoom,  Carl zeiss Vario Tessar lens, 2.5"  touch panel swivel screen LCD display

Thanks for reading Modul Membuat Storyboard Aplikasi Multimedia

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 komentar:

Post a Comment